Apa yang Dimaksud Bypass?

Apa yang Dimaksud Bypass?

Apakah kamu pernah mendengar tentang ‘iPhone Bypass’? Jika ini pertama kalinya kamu mengetahuinya, yuk simak penjelasan lengkapnya. Teknik ini digunakan untuk mengeksploitasi celah keamanan di iOS, memungkinkan perangkat untuk melewati proses aktivasi iCloud yang biasanya terkunci.

iCloud berfungsi sebagai penjaga keamanan untuk semua produk Apple. Kamu biasanya diminta untuk menyinkronkan email, kalender, kotak masuk, dan lain-lain. Nah, bagaimana jika kita menerapkan sistem bypass pada proses ini?

Apa yang Dimaksud Bypass?

Secara singkat, kamu mungkin sudah punya ide tentang apa itu iPhone Bypass. Sekarang, ayo kita dalami lebih jauh. Bayangkan, sistem keamanan iCloud dibobol sehingga Apple ID bisa digunakan tanpa harus melalui proses aktivasi yang biasa.

Biasanya, pengguna yang melakukan ini tidak akan melewati proses aktivasi yang dirancang untuk melindungi data dalam perangkat. Tapi, tidak semua tindakan bypass dilakukan dengan niat buruk. Terkadang, pemilik perangkat sendiri yang memintanya karena lupa kata sandi saat melakukan reset pabrik, yang membuat mereka kesulitan untuk masuk kembali. Perangkat akan otomatis mengunci akses setelah beberapa kali percobaan kata sandi yang salah.

3 Cara Menerapkan Bypass pada iPhone

Sebelum kamu menggunakan smartphone buatan Amerika Serikat ini, pastikan untuk mengingat kode aksesnya agar terhindar dari kebutuhan iPhone Bypass. Namun, jika terpaksa harus membobol sistem keamanan iCloud, usahakan agar ini tidak terjadi lagi. Sekarang, mari kita lihat tiga metode lengkap untuk menerapkan Bypass pada iPhone:

1. Lupa Kata Sandi

Jika kamu harus membobol iCloud karena lupa kata sandi, ada beberapa langkah yang perlu kamu ikuti. Inilah langkah-langkahnya:

  • Masukkan Apple ID kamu,
  • Klik “Continue”,
  • Apple akan mengirimkan instruksi reset kata sandi ke email kamu,
  • Buka email tersebut dan klik tautan di dalamnya,
  • Atur ulang kata sandi baru,
  • Gunakan kata sandi baru untuk masuk ke iCloud.

Tutorial iPhone Bypass ini melibatkan Apple secara langsung, jadi seharusnya keamanan masih terjaga. Tapi, akan lebih baik jika kamu menghindari lupa kata sandi dengan mencatatnya di tempat yang aman.

2. Memanfaatkan Nomor IMEI

Jika metode sebelumnya tidak berhasil, kamu bisa mencoba cara lain dengan menggunakan nomor IMEI. Ikuti langkah-langkah ini:

  • Ketikkan kode *#06#,
  • Pilih opsi “Unlock for Any Sim Card”,
  • Kamu akan diminta untuk mengisi data pribadi, termasuk email aktif dan nomor telepon, dan lainnya…
  • Untuk metode IMEI, kamu perlu menyiapkan biaya tertentu agar kunci iCloud dapat dibuka,
  • Proses ini biasanya memakan waktu 24 jam dan maksimal 3 hari.

Menggunakan kombinasi IMEI adalah alternatif lain untuk melakukan iPhone Bypass. Namun, penting untuk mengetahui IMEI spesifik perangkatmu karena setiap perangkat memiliki kode yang unik.

3. Mengaktifkan Kembali iCloud

Ini adalah metode terakhir, yang digunakan ketika kamu ingin mengaktifkan kembali smartphone tanpa menggunakan iCloud. Ikuti langkah-langkah ini:

  • Nonaktifkan fitur Find My iPhone,
  • Unduh dan instal aplikasi Bypass Kunci Aktivasi melalui laptop,
  • Pastikan iPhone dalam mode device firmware upgrade,
  • Buka aplikasi dan klik “Start”,
  • Pilih modul yang diinginkan di layar,
  • Klik “Next” dan tunggu hingga proses selesai,
  • Lakukan Factory Reset pada ponsel.

Metode ini bisa menjadi pilihan terakhir yang kamu lakukan sendiri. Ingatlah untuk selalu mencatat dan menyimpan kata sandi dengan aman.

2 Cara Bypass pada iPhone

Ada dua teknik yang sering digunakan, yaitu tethered dan untethered. Keduanya berbeda dalam hal sifat sementara dan permanen. Tethered bersifat sementara, sedangkan untethered bersifat permanen.

Untuk tethered, jika perangkat mati, kamu harus melakukan pengaturan Bypass lagi saat dinyalakan. Sedangkan untuk untethered, kamu tidak perlu melakukan bypass ulang meskipun perangkat mati.

Teknik ini biasanya hanya efektif pada perangkat lama. Untuk model terbaru, Apple telah meningkatkan sistem keamanannya, membuatnya lebih sulit untuk ditembus. Teknik ini hanya dapat diterapkan pada iPhone versi 5s hingga 11. Untuk model 12 hingga 14, sistem keamanannya lebih kuat dan tidak bisa ditembus.

Perlu diingat bahwa teknik Bypass tidak memberikan akses penuh ke beberapa fitur, dan kamu mungkin tidak akan menerima notifikasi atau jaringan seluler, sehingga sulit untuk mendapatkan informasi terbaru.

Kenali Gejala Perangkat yang Telah Di-Bypass

Ketika kamu berencana membeli perangkat bekas, baik dari individu atau toko, berhati-hatilah. Harga yang menarik bisa menyesatkan, karena mungkin saja perangkat tersebut memiliki masalah keamanan yang tidak kamu sadari. Untuk mengetahui apakah sebuah perangkat telah dimodifikasi, kamu bisa menggunakan aplikasi seperti Cydia dan Chekra1n. Namun, ada beberapa tanda yang bisa kamu perhatikan:

  • Perangkat yang telah di-bypass biasanya tidak bisa kehabisan baterai atau dimatikan.
  • Tidak mampu memperbarui iOS, sehingga tidak bisa di-upgrade ke versi terkini.
  • Tidak dapat melakukan Factory Reset.
  • Tidak memiliki akses ke jaringan seluler.
  • Masalah dalam login ke Apple ID.
  • Tidak bisa mengakses iCloud atau App Store.
  • Notifikasi tidak ditampilkan di layar.

Jika kamu menemukan salah satu dari tanda-tanda ini, pikirkan ulang sebelum membeli. Meskipun harganya murah, perangkat yang tidak berfungsi sepenuhnya bisa menyulitkanmu di masa depan.

4 Kekurangan dari iPhone yang Di-Bypass

Ingatlah selalu kata sandi perangkatmu, karena perangkat yang telah diubah tidak akan berfungsi seperti biasa. Berikut adalah beberapa batasan setelah iPhone di-bypass:

1. Tidak Ada Jaringan Seluler

Perangkat yang keamanannya telah ditembus tidak akan menampilkan jaringan seluler, membuatmu tidak bisa memeriksa masalah jaringan.

2. Bergantung pada Wi-Fi

Perangkat hanya bisa menggunakan Wi-Fi karena jaringan seluler tidak berfungsi. Artinya, tanpa Wi-Fi, perangkat tidak akan berfungsi.

3. SMS dan Telepon Tidak Didukung

Kamu tidak akan bisa menerima panggilan atau SMS. Komunikasi hanya bisa dilakukan melalui media sosial dengan koneksi Wi-Fi.

4. Tidak Bisa Screenshot

Perangkat tidak akan memungkinkan kamu untuk mengambil screenshot. Jika diperlukan, kamu harus menggunakan perangkat lain untuk memotret layar. Keempat batasan ini bisa menjadi masalah serius bagi sebagian orang, terutama yang tinggal di area tanpa Wi-Fi. Penggunaan perangkat ini akan terbatas.

Kelebihan & Kekurangan dari iPhone yang Di-Bypass

Kelebihan

Meskipun ada risiko, mari kita lihat juga keuntungan dari iPhone yang di-bypass:

– Harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan harga asli.
– Di Indonesia, memiliki smartphone dari merek tertentu bisa meningkatkan prestise seseorang.

Dengan demikian, keputusan ada di tanganmu sebagai pengguna. Apakah kamu merasa lebih aman dengan produk asli atau tidak keberatan dengan risiko dari iPhone yang di-bypass.

Kekurangan

1. Pembaruan iOS Tidak Tersedia

Salah satu keterbatasan utama dari iPhone yang telah di-bypass adalah ketidakmampuannya untuk memperbarui ke versi iOS yang lebih baru. Ini terjadi karena metode bypass sering kali mengandalkan celah keamanan di iCloud. Pembaruan iOS akan menutup celah tersebut dan bisa menyebabkan iPhone menjadi terkunci lagi.

2. Tidak Bisa Direset

Menghapus semua data atau mereset iPhone yang telah di-bypass bukanlah pilihan yang bisa dilakukan. Hal ini dikarenakan konfigurasi atau perangkat lunak yang telah di-bypass mungkin akan mengalami kesalahan jika iPhone direset.

3. Terbatas pada Penggunaan Wi-Fi

Walaupun tidak berlaku untuk semua, sebagian besar iPhone yang di-bypass tidak dapat menggunakan kartu SIM dari jaringan seluler. Ini serupa dengan kondisi ponsel yang tidak memiliki IMEI atau IMEI yang diblokir. iPhone yang di-bypass tidak dapat menggunakan kartu SIM, sehingga tidak dapat digunakan untuk melakukan panggilan, mengirim SMS, atau mengakses internet melalui data seluler. Pengguna hanya bisa bergantung pada Wi-Fi untuk terhubung ke internet.

4. Keamanan yang Lebih Lemah

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bypass iPhone adalah metode yang tidak legal. Oleh karena itu, menggunakan iPhone yang telah di-bypass dapat mengurangi keamanan data atau privasi pengguna. Biasanya, sistem operasi pada iPhone yang di-bypass tidak boleh diperbarui atau bahkan diinstal ulang, sehingga perangkat tersebut tidak mendapatkan pembaruan keamanan terbaru dari Apple.

5. Akses Aplikasi Terbatas

Tidak semua aplikasi dapat diakses pada iPhone yang telah di-bypass, yang biasanya telah melalui proses jailbreak. Meskipun jailbreak sendiri tidak selalu negatif, beberapa aplikasi, seperti aplikasi perbankan mobile, tidak dapat diakses jika perangkat telah di-jailbreak.

6. Potensi Terkunci Sewaktu-waktu

Kekurangan lain dari iPhone yang di-bypass adalah potensi untuk terkunci sewaktu-waktu, yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari kesalahan pengguna hingga kekurangan dalam program bypass yang digunakan.